Tanaman karet (Hevea brasiliensis) berasal dari negara Brazil. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan. Perkebunan karet di Indonesia mulai diperkenalkan sejak tahun 1864, yaitu sejak Hofland mendirikan perusahaan perkebunan karet di Tanah Panunukan dan Ciasem, Jawa Barat. Serangan yang diakibatkan oleh penyakit Pestalotiopsis sp. menunjukkan bercak cokelat pada daun karet dan adanya batas yang jelas antara bagian bercak dengan bagian daun yang masih sehat. Daun yang terinfeksi gugur sebelum waktunya. Umumnya yang terserang berat adalah tanaman karet yang sudah menghasilkan dan tidak terawat. Penelitian bertujuan untuk mengetahuai tingkat resistensi beberapa klon introduksi yaitu PB 217, PB 260, PB 330, PB 340, RRIC 100, IRR 220 dan GT 1 terhadap penyakit gugur daun yaitu Pestalotiopsis sp. Penelitian dilakukan di Laboratorim Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungai Putih menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan 8 hari setelah inokulasi (hsi) intensitas serangan tertinggi ditemukan pada klon PB 217 dan GT 1 yaitu sebesar 89,9%6 dan 89,96%, sedangkan intensitas serangan terendah terdapat pada klon IRR 220 yaitu sebesar 81,64%.
Copyrights © 2021