Penelitian ini akan berfokus pada film Ca-bau-kan (2002) yang disutradarai oleh Nia Dinata. Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama Ca-bau-kan: Hanya Sebuah Dosa gubahan Remy Sylado. Pembicaraan ihwal adaptasi, sejauh ini masih sebatas perihal fidelitas sebuah film terhadap karya sastra yang diadaptasi. Hal tersebut memang tidak bisa ditampik karena mengadaptasi pada akhirnya juga akan menghasilkan perbandingan antara film dan sastra. Apalagi film dan sastra memiliki wahana yang berbeda: film disampaikan melalui audiovisual, sedangkan sastra dengan verbalisasinya, yakni kata-kata, sehingga menimbulkan proses interpretasi yang berbeda pula. Dengan demikian, menjadi mafhum apabila terdapat unsur-unsur yang sengaja dihilangkan atau bahkan ditambahkan dalam film adaptasi. Begitu pula, terdapat unsur yang mana di dalam sastra sulit untuk mencapainya dan di dalam film bisa melakukannya dan tak jarang justru diabaikan dalam studi film, yakni dialog. Studi kasus dialog dalam film adaptasi di sini dengan menggabungkan beberapa konsep, yakni nada (tone) dan ritme dialog, dialog realistik dan naturalistik, monolog interior, serta sulih suara (voice over). Unsur tersebut sebagai metode kunci untuk mengeksternalisasi penggunaan dialog dari sastra ke film sehingga dapat diketahui proses metamorfosis dialog yang terdapat di dua medium ini. Untuk memeriksa lebih lanjut implikasinya terhadap transferabilitas dialog dalam adaptasi film, salah satu caranya ialah menggunakan studi komparasi antara novel dan film dengan pendekatan intertekstualitas serta membentangkan jenis dan aspek yang terdapat di dalam dialog kedua teks tersebut.
Copyrights © 2023