Masyarakat To Lotang adalah masyarakat minoritas yang hidup dan tumbuh dengan segala macam kearifan lokal yang menjadikan mereka berada sekaligus membedakannya dari masyarakat mayoritas lainnya. Studi ini bertujuan untuk memeroleh pengetahuan mengenai bagaimana kearifan lokal yang diyakini pula sebagai kearifan spiritual ini dijawantahkan oleh mereka pada aktivitas mendapatkan informasi dari media massa. Metode penulisan ini adalah kualitatif konstruktivisme dengan menitikberatkan pada konstruksi realitas atas sosial sebagai sebuah pendekatan dan konsepsi Miles dan Huberman, yaitu Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan, sebagai model analisis penelitian. Hasil penulisan ini menerangkan bahwa potensi kearifan lokal atau kearifan spritual masyarakat To Lotang hadir tidak hanya sebagai sebuah konsep, namun mampu pula diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat referensialis dalam bertindak berupa filterisasi arus informasi dari media massa. Implikasi penulisan ini menerangkan bahwa diskursif-diskursif tradisional sedikit banyak menggeser fakta sosial yang selama ini dibangun atas dasar gagasan-gagasan teknorat modernisme yang cukup hegemonik dan berkembang sebagai paradigma tertentu.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Masyarakat To Lotang, Media Massa, Identitas.
Copyrights © 2018