Lentera
Vol 1 No 4 (2017): LENTERA, Desember 2017

DISTRIBUSI FAKTOR HIPERURISEMIA TERHADAP PASIEN GOUT ARTRITISDI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DAN RADIOLOGI RSUD MEURAXA BANDA ACEH

Andri Andri (Unknown)
Yudha Bintoro (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Dec 2021

Abstract

Gout artritis merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat dari deposisi kristal monosodium urat (c5h4n4o3) pada jaringan atau akibat dari super saturasi asam urat di dalam cairan ekstraselular. Salah satu gangguan metabolisme yang menyebabkan gout artritis adalah hiperurisemia, kondisi tubuh mengalami peningkatan kadarasam urat lebih dari 7,5mg / dl pada laki-laki dan 6,5 mg / dl pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi faktor hiperurisemia terhadap pasien gout artritis di poliklinik penyakit dalam dan radiologi RSUD Meuraxa, Banda Aceh. Penelitian ini bersifat observational analytic dengan sampel berjumlah 43 orang yang di lakukan dengan cara hasil diagnose dokter penyakit dalam, anamnesis pasien dan medical redord. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran Gout Artritis yang di sebabkan oleh hiperurisemia di poliklinik penyakit dalam dan radiologi RSUD Meuraxa Banda aceh di peroleh nilai berdasarkan jenis kelamin banyak terjadi pada laki-laki yang berjumlah 31 pasien (72,1%), berdasarkan umur adalah usia> 65 tahun dengan jumlah 16 pasien (37,2%). Gout Artritis sangat erat hubungannya dengan Hiperurisemia karena dari 20 orang yang menderita kadar asam urat tinggi (≥ 8 mg/dL pada laki-laki dan ≥ 7 mg/dL pada perempuan) 19 orang diantaranya menderita Gout Artritis. Dari hasil statistic menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang di peroleh yaitu p hitung = 0,01 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungannya antara Hiperurisemia dengan kejadian Gout Artritis

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

ltr2

Publisher

Subject

Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Lentera merupakan publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya, baik berupa observasi empiris maupun kajian konseptual, yang merupakan penemuan baru, serta koreksi, pengembangan, dan penguatan paradigma, konsep, prinsip, hukum, dan teori. fasilitas ...