Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting dan strategis dalam mempengaruhi perekonomian negara sehingga diperlukan pengembangan usahatani bawang merah terkait dengan kebutuhan konsumsi bawang merah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan dari bulan Juni s/d September 2015 pada lahan demplot di Desa Plumbungan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah : (i). Mengetahui dan menjelaskan biaya produksi dalam penerapan teknologi bawang merah ramah lingkungan; (ii). Mengetahui dan menjelaskan penerimaan usahatani penerapan teknologi bawang merah ramah lingkungan; dan (iii). Mengetahui dan menjelaskan kelayakan usahatani budidaya bawang merah ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (i). Biaya produksi teknologi rekomendasi lebih tinggi 15,88% dari cara petani; (ii). Penerimaan usahatani teknologi rekomendasi lebih tinggi 67,51% dari cara petani; (iii). Usahatani rekomendasi layak untuk diterapkan dalam budidaya bawang merah ramah lingkungan yaitu dengan ditunjukkan bahwa R/C dan B/C ratio teknologi rekomendasi lebih besar dari cara petani yaitu masing-masing 2,99 > 2,40 dan 1,99 > 1,40.
Copyrights © 2017