Limbah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu. Teknologi yang dapat digunakan salah satunya adalah metode fermentasi dan pengeringan. Fermentasi merupakan suatu proses produksi suatu produk dengan mikroba sebagai organisme pemproses, sedangkan pengeringan merupakan pengurangan kadar air pada pakan. Dengan pengolahan tersebut diharapkan sisa hasil rumah makan dapat dimanfaatkan sebagai pakan. Berdasarkan hasil perbandingan kedua kandungan nutrien pada masing – masing metode mencukupi untuk dijadikan pakan alternatif untuk ternak untuk jenis unggas maupun ikan. Sisa hasil rumah makan dengan metode pengeringan dapat langsung diberikan ke ternak unggas namun baiknya diberikan tambahan bahan pakan seperti dedak padi, bekatul maupun konsentrat agar kandungan nutrien nya lebih mencukupi untuk diberikan ke ternak. Hasil sisa rumah makan dengan metode fermentasi dapat langsung diberikan ke ternak karena kandungan nutrien yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok ternak.
Copyrights © 2018