Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan serta menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu sampai saat ini, agroindustri minyak kayu putih berkembang cukup pesat di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Tarakan yang dikelola oleh UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Tarakan namun belum ada analisis secara mendalam mengenai nilai tambah dari agroindustri tersebut yang dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan pengembangan usaha yang lebih luas. Dalam menganalisis nilai tambah agroindustri minyak kayu putih di KPHL Tarakan ini menggunakan metode Hayami dimana pada akhirnya akan diperoleh hasil berupa nilai output, nilai tambah, balas jasa tenaga kerja dan keuntungan pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri minyak kayu putih memberikan keuntungan sebesar Rp 1.006.113 dalam setiap bulan. Sedangkan nilai tambah sebesar Rp 2366/kg daun kayu putih dan keuntungan sebesar Rp 1406/kg daun kayu putih. Hal ini menandakan bahwa agroindustri minyak kayu dapat lebih ditingkatkan lagi karena prospektif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama yang menanam kayu putih
Copyrights © 2017