Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Body Condition Score terhadap Service per Conception (S/C) dan gangguan reproduksi pada sapi Peranakan Ongole (PO) dan Peranakan Simmental. Data ternak yang digunakan dalam sampling yaitu 45 ekor sapi betina PO dan 45 ekor sapi betina Peranakan Simmental yang masing-masing terdiri atas 15 ekor dengan BCS 1,5-2; 15 ekor dengan BCS 2,5-3; dan 15 ekor dengan BCS 3,5-4. Data yang diperoleh berupa umur, BCS, S/C, dan data gangguan reproduksi. Data di analisis menggunakan T-test untuk mengetahui pengaruh jenis sapi terhadap umur, BCS, dan S/C, serta analisis Faktorial 2x3 untuk mengetahui interaksi pengaruh jenis sapi dan BCS terhadap S/C. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05) antara umur Sapi PO (2,36±0,76 tahun) dan Simmental (2,86 ± 0,74 tahun) yang digunakan pada penelitian. Namun, terdapat perbedaan yang tidak signifikan pada rata-rata BCS (2,5-3,0 vs 2,5-3,0) dan S/C (1,42 ± 0,75 vs 1,36 ± 0,53) antara sapi PO dan Simmental. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan antara jenis sapi, nilai BCS, maupun interaksi antara jenis dan BCS terhadap S/C pada sapi PO dan Peranakan Simmental. Tingkat gangguan reproduksi tidak dipengaruhi oleh angka BCS, namun angka S/C yang tinggi menunjukkan gejala gangguan reproduksi
Copyrights © 2017