Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian rumput dengan jerami fermentasi terhadap performans domba. Sebanyak 12 ekor dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu perlakuan kontrol (T-0), kelompok domba yang diberi pakan rumput tanpa penggantian dengan jerami fermentasi; Kelompok perlakuan 1 (T-1), kelompok domba yang diberi pakan rumput dengan penggantian jerami fermentasi sebanyak 33,3 % dari rumput; Kelompok perlakuan 2 (T-2), kelompok domba yang diberi pakan rumput dengan penggantian jerami fermentasi sebanyak 66,7 % dari rumput, dan Kelompok perlakuan 3 (T-3), kelompok domba yang diberi pakan jerami fermentasi sebanyak 100 %.Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi bahan kering (BK), konsumsi protein kasar (PK), konsumsi serat kasar (SK), konsumsi TDN, pertambahan bobot badan harian, dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anava dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncant Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering untuk masing-masing perlakuan sebanyak 136,85 (T-0); 424,11 (T-1), 433,73 (T-2), dan 523,21 gram/ekor/hari (T-3), konsumsi protein kasar (PK) 31,8 (T-0), 72,1 (T-1); 75,3(T2), dan 71,6 gran/ekor/hari (T-3), konsumsi serat kasar (SK) 135,0 (T-0), 116,1 (T-1); 103,8(T-2), dan 71,3 gran/ekor/hari (T-3), konsumsi TDN 321,5 (T-0), 340,4(T-1); 394,0(T-2), dan 384,9 gram/ekor/hari (T-3), pertambahan bobot badan harian 47,26 (T-0), 43,81 (T-1), 39,05 (T-2), dan 36,19 gram/ekor/hari (T-3), sedangkan untuk konversi pakan 11,44 (T-0), 12,44 (T-1), 14,68 (T-2), dan 14,31(T-3). Kesimpulan dari penelitian adalah penggantian rumput dengan jerami fermentasi tidak mempengaruhi tingkat konsumsi tetapi mempengaruhi pertumbuhan ternak domba dan konversi pakannya sehingga jerami fermentasi belum dapat dijadikan sebagai bahan pakan pengganti rumput untuk ternak domba
Copyrights © 2018