ABSTRAK Teh merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalamkegiatan perekonomian di Indonesia. Teh juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukuppenting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Peningkatan kuantitas dan kualitasteh diperlukan unutk menjaga kestabilan kebutuhan akan teh serta aspek manfaat dalammengkonsumsi teh karena adanya kandungan antioksidan yang tinggi. Pendekatan hormonal melaluipemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) bisa menjadi salah satu alternatif rekayasa budidaya tanamanteh.Aplikasinya dilakukan seperti halnya pemupukan daun yang disemprotkan pada tanaman tehmenghasilkan setelah pemetikan dilakukan. Sitokinin akan lebih cenderung menginisiasi tunas tehlebih banyak serta membantu perkembangan cabang lateral sehingga bidang petik menjadi lebihluas . Giberelin berperan dalam menekan dormansi pucuk burung pada teh karena jumlah pucukburung yang tinggi dapat menurunkan kualaitas teh. Aplikasinya di lapangan akan sangatbergantung pada tahapan pertumbuhan mana yang diharapkan akan meningkat. Penggunaan zatpengatur tumbuh diharapkan lebih bijak, digunakan dalam konsentrasi yang sangat kecil saja (dalambentuk ppm) dan interval waktu yang disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman sehingga luaranyang diharapkan akan tercapai. Kata Kunci : sitokinin, giberelin, antioksidan
Copyrights © 2023