Temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker dan tumor. Saat ini hampir 94% bahan baku obat tradisional berasal dari dalam negeri, namun penyediaan bahan baku industri obat tradisional masih terbatas. Teknik kultur jaringan dapat digunakan sebagai alternatif untuk produksi bibit dalam waktu yang singkat dengan jumlah yang banyak. Thidiazuron memiliki potensi memacu pembelahan sel secara cepat pada sel yang bersifat meristematik sehingga dapat meningkatkan multiplikasi tunas. Penggunakan TDZ dengan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan tunas kerdil dan penghambatan pada pembentukan akar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh serta memperoleh konsentrasi terbaik TDZ terhadap proliferasi tunas temu putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan diantaranya Kontrol, 0 ppm; 0.3 ppm; 0.6 ppm dan 0.9 ppm TDZ yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian zat pengatur tumbuh thidiazuron berpengaruh pada terhadap jumlah tunas, jumlah akar, jumlah daun dan tinggi planlet temu putih. Pemberian 0.6 ppm TDZ menujukkan pengaruh yang baik terhadap multiplikasi tunas temu putih.
Copyrights © 2023