Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus untuk mengetahui tataniaga komoditas kopi. Persoalan utama dalam tataniaga kopi di Kabupaten Tanggamus adalah masih lemahnya daya tawar petani dalam menjual produksi kopi kepada pedagang. Diduga sebagai penyebab utamanya adalah ketidakefisienan tataniaga dan belum terintegrasinya pasar. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk menelaah tentang efisiensi pemasaran kopi dengan meneliti tentang saluran pemasaran dan integrasi pasar. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa saluran pemasaran komoditas kopi di kabupaten Tanggamus terdiri dari dua tipe, yaitu:(a)        Tipe1 Petani menjual kepada Pedagang Pengumpul Desa, Pedagang Pengumpul Desa menjual kepada Pedagang Kecamatan, dan selanjutnya pedagang kecamatan menjual kepada eksportir (b)        Tipe 2 Petani menjual kepada pedagang Pengumpul Desa, Pedagang Pengumpul Desa selanjutnya menjual kepada eksportir Memperhatikan saluran pemasaran di atas dengan menggunakan pendekatan model Timmer diperoleh hasil bahwa pasar belum terintegrasi dengan sempurna. Sebagai akibatnya petani selalu mengalami keterlambatan dalam menerima kenaikan harga, dan sebaliknya lebih cepat dalam menerima penurunan harga. Padahal secara statistik keterkaitan harga antar lembaga pemasaran cukup erat            Dari temuan ini disarankan agar petani membentuk suatu lembaga yang mampu mengakses informasi pasar dan mampu memutus mata rantai pemasaran agar menjadi efisien.  Kata kunci: Keintegrasian pasar.
Copyrights © 2010