Sebagian besar perguruan tinggi hanya mengalokasikan 2 sks untuk mata kuliah Bahasa Inggris selama masa studi mahasiswa di perguruan tinggi. Akan tetapi Politeknik Negeri Lampung mengalokasikan lebih dari 2 sks, yaitu 10 sks, dan memprioritaskan pembelajaran bahasa Inggris Umum (general English) karena mahasiswa dianggap belum memiliki kompetensi bahasa Inggris yang baik. Meskipun demikian, kebijakan tersebut  belum mempertimbangkan aspek kebutuhan dan harapan mahasiswa, permintaan pasar kerja, harapan orang tua, dan lain-lain sebelum diterapkan. Tulisan ini dibuat untuk membahas masalah tersebut dari sudut pandang mahasiswa, yakni mendiskusikan harapan dan kebutuhan kebahasaan mahasiswa dan apakah program tersebut dianggap baik atau tidak oleh mahasiwa. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif kualitatif untuk menguraikan data. Pengumpulan data dilakukan terhadap 55 mahasiswa yang diambil secara acak dengan pola interval berpartisipasi dalam pengisian kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memandang mata kuliah Bahasa Inggris secara positif dan juga menganggap baik program pembelajaran Bahasa Inggris yang diperluas. Selain itu, mahasiswa cenderung lebih menginginkan bahasa Inggris umum dari pada bahasa Inggris khusus (English for Specific Purpose).  Kata Kunci: General English, English for Specific Purpose, Extended English Class
Copyrights © 2008