Air gambut di Kalimantan Tengah berwarna kecoklatan karena kandungan bahan organik yang tinggi sehingga tidak layak dipakai sebagai air bersih. Mengolah air gambut dapat dilakukan dengan metode koagulasi-flokulasi menggunakan biji asam jawa sebagai koagulan. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung efisiensi removal parameter warna, TDS, TSS, dan besi (Fe) memakai ukuran koagulan dan konsentrasi air gambut yang berbeda serta mengevaluasi hasil penelitian dengan baku mutu air bersih PERMENKES No.492 Tahun 2010. Pengolahan air dalam penelitian ini menggunakan sistem batch. Hasil penelitian ini menunjukkan koagulan Asam Jawa dapat menurunkan kadar warna dari 2285 Pt-Co menjadi 11 Pt-Co dengan efisiensi removal sebesar 99 %. Menurunkan kadar TDS dari 370 mg/L menjadi 129 mg/L dengan efisiensi removal sebesar 52 %. Menurunkan kadar TSS air gambut dari 1200 mg/L menjadi 400 mg/L dengan efisiensi removal sebesar 66 %, dan menurunkan kandungan besi (Fe) dari 1,8 mg/L menjadi 0,0026 mg/L dengan efisiensi removal sebesar 99 %.
Copyrights © 2020