Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) merupakan penambangan emas yang dilakukan para penambang yang tidak memiliki izin. Salah satu dampak negatif PETI adalah pencemaran merkuri. Salah satu upaya memperbaiki tanah tercemar merkuri dapat dilakukan fitoremediasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tumbuhan lokal yang berpotensi mengurangi pencemaran merkuri (Hg). Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan dilakukan di Desa Monti, Sarolangun, Jambi. Inventarisasi tumbuhan memperoleh 14 spesies yaitu, Macaranga sp., Paspalum sp., Trema tomentosa, Imperata cylndrica, Lophatherum sp., Eleusine sp., Molineria sp., Lycopodium sp., Gleichenia linearis, Ipomea sp., Scleria sp., Eleocharis interstincta, Melastoma sp.., dan Phragmites sp. 14 tumbuhan tersebut, tiga yang mendominasi yaitu, Phragmites sp. (37,35%), Melastoma sp. (30,64%), dan Eleocharis interstincta (25,41%). Phragmites sp. memiliki nilai BAC (0,381), BCF (0,606), TF (0,628), Melastoma sp. memiliki nilai BAC (0,170), BCF (0,333), TF (0,511), dan Eleocharis interstincta memiliki nilai BAC (0,245), BCF (0,441), TF (0,555). Hasil perhitungan BAC, BCF dan TF didapatlah Phragmites sp. yang memiliki nilai paling tinggi sehingga kemampuan mengakumulasi dan mentranslokasi logam merkuri dari akar ke pucuk lebih efisien dibandingkan tumbuhan lain yang ditemukan pada penelitian ini.
Copyrights © 2021