Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditi unggulan yang perlu dikembangkan dan menjadi pendorong perekonomian daerah dibidang pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis location quotient (LQ) dan shift-share analisis (SSA) untuk mengetahui komoditi unggulan yang dapat dikembangkan di setiap Kecamatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil analisis menunjukkan komoditi unggulan pada prioritas pertama adalah padi, kacang panjang, manggis, duku, nenas, sirsak dan coklat. Untuk prioritas kedua adalah ketimun, buncis, papaya, kelapa dan gambir. Sedangkan untuk prioritas ketiga adalah terungKata Kunci: Komoditi Unggulan, Pusat Pertumbuhan, Perekonomian DaerahThis study aims to identify superior commodities that need to be developed and become a driver of the regional economy in agriculture. The analytical method used is descriptive quantitative method by using location quotient (LQ) and shift-share analysis (SSA) to find out the superior commodities that can be developed in each District of Lima Puluh Kota. The results of the analysis show that the main commodities in the first priority are rice, beans, mangosteen, duku, pineapple, soursop and chocolate. The second priority is cucumber, beans, papaya, coconut and gambier. Whereas the third priority is eggplant. Keywords: Superior Commodity, Center for Growth, Regional Economy
Copyrights © 2019