Indonesia merupakan negara maritim dengan potensi sumber daya perikanan yang besar, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap oleh nelayan tradisional karena kurangnya penggunaan teknologi telekomunikasi. Sistem komunikasi satelit lazim digunakan pada kapal nelayan skala besar, hal tersebut dikarenakan sistem komunikasi satelit mempunyai berbagai kelebihan, tetapi sistem komunikasi satelit membutuhkan biaya yang besar. Agar peralatan telekomunikasi pada kapal nelayan tradisional tersedia dengan harga terjangkau maka diperlukan rancangan peralatan telekomunikasi pada kapal nelayan yang tidak membutuhkan biaya besar. Vessel Messaging System (VMeS) merupakan sistem komunikasi berbasis radio yang bisa diterapkan di kapal nelayan dengan biaya yang terjangkau. Pada penelitian ini digunakan Single Board Computer (SBC) sebagai terminal komunikasi, IC-TCM3105 digunakan pada modul modem, serta digunakan mikrokontroler sebagai media access control. Terminal komunikasi data diintegrasikan dengan modul Global Positioning System (GPS) yang berfungsi untuk mengetahui posisi kapal. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan nilai Bit Error Rate (BER) pada pengujian dengan berbagai jarak jangkauan mulai dari 40 meter, 50 meter dan 60 meter adalah nol. Sedangkan untuk nilai packet loss mulai muncul pada uji coba dengan jarak jangkau 50 meter dengan nilai rata-rata sebesar 7,2 %. Nilai packet loss pada uji coba dengan jarak jangkau 60 meter adalah yang tertinggi dengan rata-rata sebesar 15,2 %. Coverage area atau jarak jangkau maksimal dari purwarupa terminal komunikasi data yang dirancang adalah ± 60 meter karena ketika terminal komunikasi data diuji coba dengan jarak jangkau di atas 60 meter kinerja terminal sudah tidak maksimal karena packet loss yang besar.
Copyrights © 2017