Amerika Serikat memiliki sistem pertahanan anti-rudal yang dapat membendung kekuatan pertahanan udara yang mengancam negara dari serangan rudal balistik berhulu ledak nuklir. Dengan adanya situasi di Semenanjung Korea yang memiliki intensitas konflik yang tinggi pada saat ini, Amerika Serikat yang telah menjadi aliansi Korea Selatan ikut menjadi aktor dalam konflik tersebut. Amerika Serikat melakukan penyebaran sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) miliknya di Korea Selatan sebagai respon atas ancaman Korea Utara untuk melindungi sekutunya yaitu Korea Selatan. Dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Korea Selatan ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon-respon negatif dari negara-negara sekitar terutama China terkait kebijakan Amerika Serikat tersebut. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif serta menggunakan metode kualitatif. Maka penulisan dapat dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: pengumpulan data, pengolahan data, dan penulisan laporan. Penelitian ini menemukan bahwa China menganggap bahwa Amerika Serikat telah mengganggu stabilitas keamanan Kawasan Asia Timur dengan menempatkan sistem pertahanannya di Semenanjung Korea. China yang merasa terancam kemudian memberikan respon dengan melakukan strategi balancing yaitu meningkatkan kapabilitas militernya dan melakukan kerjasama militer dengan negara lain untuk membendung pengaruh kekuatan Amerika Serikat di Kawasan Asia timur.
Copyrights © 2022