Penelitian ini disusun untuk mengetahui mengapa Inggris keluar dari Uni Eropa dan bagaimana dampak Brexit terhadap perekonomian Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bagaimana Inggris pertama kali masuk ke Uni Eropa dan sampai Inggris keluar dari Uni Eropa serta menjelaskan dampak keluarnya Inggris terhadap perekonomian Indonesia dengan menggunakan buku-buku literatur, jurnal, artikel, berita, dan data-data yang relevan. Setelah semua data terkumpul, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan kesimpulan yang lengkap dan baik dari sisi substansial dan esensial. Inggris merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh yang cukup besar baik secara internasional maupun regional dalam Uni Eropa. Namun, keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau yang biasa kita kenal dengan istilah Brexit tentu menjadi kejutan bagi dunia internasional dan di dalam Uni Eropa sendiri. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa tentu memiliki alasan tersendiri. Alasan-alasan tersebut dimulai sejak 20 tahun yang lalu dimana Inggris telah mengalami beberapa kali ketidaksepakatan dengan Uni Eropa. Hal ini dimulai dengan pembentukan pasar tunggal pada tahun 1993 dan perjanjian Maastricht pada tahun 1992. Inggris pada awalnya diajak untuk membentuk EEC atau Masyarakat Ekonomi Eropa namun Inggris menolak. Pada tahun 1973 Inggris masuk ke dalam organisasi ini yang menjadi awal terbentuknya Uni Eropa. Pada tanggal 1 November 1993, dengan menerima perjanjian Maastricht, dimana perjanjian Maastricht tidak disetujui oleh Inggris dan menolak kebijakan tersebut.
Copyrights © 2023