Penyediaan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi kekritisan lahan di Kecamatan Tanjung Selor sangat penting dalam rangka mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian. Metode yang digunakan adalah informasi Leaf Area Index (LAI). Tujuan Penelitian ini untuk perhitungan tingkat kekritisan lahan dari parameter vegetasi. Diperoleh bahwa sebaran luas kekritisan lahan yaitu pada kelas tidak kritis 8.185,35 ha (15,29%), potensial kritis 40.620,82 ha (75,87%), agak kritis 3.630,13 ha (6,78%), kritis 33,96 ha (0,06%) dan sangat kritis 72,83 ha (0,14%); sebaran luas kekritisan lahan pada desa dengan nilai tertinggi terdapat pada desa Tengkapak seluas 1.454,90 ha (24,25%), sedangkan kekritisan terendah terdapat pada desa Tanjung Selor Hilir seluas 1,82 ha (0,03%); dan sebaran luas kekritisan lahan pada penggunaan lahan yang memiliki nilai tertinggi dan terendah terdapat pada penggunaan lahan sebagai hutan, yaitu kelas potensial kritis seluas 8.741,36 ha (80,22%) dan kelas sangat kritis seluas 0,12 ha (0,00%).
Copyrights © 2023