Minyak jelantah merupakan minyak bekas yang pada umumnya berasal dari minyak sayur yang sudah berwarna coklat kehitaman. Keberadaan minyak jelantah sebagai limbah minyak tentunya membawa dampak yang buruk kepada lingkungan maupun kesehatan masyarakatnya. Pasalnya penggunaan minyak goreng yang terus menerus akan menyebabkan terkenanya berbagai macam penyakit pada pengonsumsinya. Belakangan ini sering ditemui masyarakat yang membuang limbah minyak jelantah sembarangan yang membuat sanitasi menjadi tercemar dan tidak berjalan dengan semestinya karena terhambat oleh gundukan limbah minyak didalamnya. Maka kami selaku mahasiswa dengan rasa inisiatif dan kepekaan yang tinggi yang juga turut merasakan dampak dari perbuatan tersebut melakukan pengelolaan limbah minyak menjadi bahan bakar biodiesel sebagai ide inovasi. Dimana hal tersebut didukung dengan keberadaan minyak bumi yang merupakan bahan dasar pembuatan solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang semakin menipis dan nantinya akan habis, sehingga untuk menghindari kelangkaan minyak bumi kami menggunakan limbah minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel yang pastinya lebih ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Pengelolaan limbah minyak ini juga diterima dan didukung penuh oleh pihak kelurahan Sekeloa yang terlebih dahulu sudah memiliki program pengelolaan minyak jelantah sehingga dengan adanya kolaborasi ini kiranya dapat membawa dampak yang baik bukan hanya untuk lingkungan saja namun juga kesejahteraan masyarakat sekitar
Copyrights © 2021