Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah startup terbesar di dunia, namun besarnya jumlah startup belum diimbangi dengan tingkat inovasi. Berdasar beberapa penelitian, inovasi merupakan kunci keberhasilan bagi startup. Kurangnya inovasi dapat menyebabkan risiko kematian pada startup. Untuk itu, penting bagi startup untuk meningkatkan perilaku kerja inovatif pada karyawan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah psychological capital, leader member exchange dan psychological capital secara bersama-sama berperan terhadap perilaku kerja inovatif karyawan startup. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological capital, leader member exchnage, dan person organization fit terhadap perilaku kerja inovatif karyawan startup. Hanya psychological capital dan leader member exchange yang memiliki peran terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan startup. Sementara person organization fit tidak dapat memprediksi perilaku kerja inovatif. Psychological capital merupakan prediktor yang paling berperan terhadap perilaku kerja inovatif. Selain itu, ada perbedaan perilaku kerja inovatif dari ditinjau dari tingkat pendidikan. Karyawan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi menunjukkan perilaku kerja yang lebih inovatif.
Copyrights © 2023