Menguasai kemampuan berbicara menjadi tantangan yang kompleks bagi siswa, terutama mereka yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), terutama pada tingkat kelas 8 di Sekolah Menengah Pertama. Kelompok siswa ini menghadapi sejumlah hambatan saat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat perkembangan keterampilan berbicara siswa, serta menginvestigasi strategi yang digunakan oleh para guru dalam mengatasi kendala-kendala ini. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan studi kasus, yang melibatkan sebelas siswa kelas delapan di wilayah Jakarta Pusat. Observasi dan wawancara akan digunakan sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi siswa terkait dengan faktor linguistik seperti penggunaan tata bahasa dan kosa kata yang tepat. Selain itu, faktor non-linguistik juga dianggap menghambat siswa ketika berbicara bahasa Inggris seperti kurangnya rasa percaya diri. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, terdapat strategi yang dapat diterapkan diantaranya dengan melakukan latihan mandiri serta pendekatan yang diterapkan oleh guru melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Copyrights © 2023