Bandung Conference Series: Communication Management
Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management

Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”

Fiqi Maulfi Aulianto (Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung)
Doddy Iskandar (Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
04 Aug 2023

Abstract

Abstract. Communication is very important in the family. By communicating, family members can know and understand roles, rules and expectations and how family members form and manage relationships with other family members. The Gara-Gara Warisan film tells the story of 3 brothers, namely Adam, Laras and Dicky, who fight over the guest house to choose their father, Dahlan. The 3 brothers compete for and advance the homestead which causes past feuds and grudges to begin to unfold again, due to competition over inheritance. The purpose of this research is to find out the representation of family communication in the film Gara-Gara Warisan. In this study, observation and documentation were used as data collection techniques. The research method used is qualitative with Roland Barthes's semiotic theory approach, to find out denotations, connotations, and myths in family communication. The results of the study show that there is a denotative meaning contained in the Gara-Gara Warisan film, namely family communication carried out by Mr, Adam, Laras, Dicky, and Astuti. The connotation in this film is that there are several scenes that represent family communication. The myth contained in the film Gara-Gara Inheritance is that stepmothers are always synonymous with mothers who have evil traits and do not love their children. besides that the myths in this film are about myths circulating in society. Abstrak. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam keluarga. Dengan melakukan komunikasi, anggota keluarga dapat mengetahui dan mengerti peran, aturan dan harapan-harapan serta bagaimana anggota keluarga membentuk dan mengelola hubungan dengan anggota keluarga lainnya. Film “Gara-Gara Warisan” menceritakan menceritakan tentang 3 bersaudara yaitu Adam, Laras, dan Dicky yang memperebutkan guest house (wisma tamu) milik ayah mereka, yaitu dahlan. 3 bersaudara tersebut bersaing dalam memperebutkan dan memajukan guest house tersebut yang menyebabkan perseteruan serta dendam di masa lalu yang mulai terungkap kembali, sebagai akibat dari persaingan memperebutkan warisan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi komunikasi keluarga pada film “Gara-Gara Warisan”. Pada penelitian ini observasi dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, untuk mengetahui denotasi, konotasi, dan mitos dalam komunikasi keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna denotasi yang ditemukan pada film Gara-Gara Warisan yaitu komunikasi keluarga yang dilakukan oleh Bapak, Adam, Laras, Dicky, dan Astuti. Konotasi yang dalam film ini terdapat beberapa scene yang merepresentasikan komunikasi keluarga. Mitos yang terdapat dalam film Gara-Gara Warisan yaitu ibu tiri yang selalu identik dengan ibu yang memiliki sifat yang jahat dan tidak menyayangi anaknya . selain itu mitos yang ada pada film ini yaitu mengenai mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Kata Kunci: representasi, komunikasi keluarga, film, semiotika.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

BCSCM

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content ...