Sebagai manusia, sudah sewajibnya kita menjaga dan melestarikan lingkungan. Pada kenyataannya manusia seringkali didapati tidak mampu menjaga dan merawat lingkungannya. Masih banyak sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan, termasuk botol plastik, seperti yang ditemukan pada komunitas anak-anak WeP.O.S.E Pasar Turi Surabaya. Ketidaktahuan anak-anak mengenai pemanfaatan sampah, khususnya sampah plastik inilah yang membuat sampah-sampah tersebut hanya menjadi sampah. Pengabdian masyarakat dalam bentuk psikoedukasi ini penting diberikan agar anak-anak dapat memahami bagaimana menjadikan botol bekas sebagai benda yang bermanfaat. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah mengetahui perbedaan tingkat pemahaman anak-anak setelah mendapatkan psikoedukasi memanfaatkan botol bekas menjadi pot tanaman. Asumsinya adalah terdapat perubahan pola pikir terhadap lingkungan, yang harapannya dapat diimplementasikan dalam bentuk perilaku. Subjek pada kegiatan ini sebanyak 16 anak Komunitas WeP.O.S.E yang memiliki rentang usia 6-12 tahun. Kegiatan abdimas ini menggunakan metode psikoedukasi, modeling, dan roleplaying. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pre test dan post test mengenai pengetahuan pemanfaatan sampah plastik. Hasil data pre test dan post test Kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik, yaitu WilcoxonSigned Rank untuk melihat apakah ada perbedaan pemahaman antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Hasil yang didapatkan adalah terdapat perbedaan tingkat pemahaman sebelum dan setelah pemberian psikoedukasi mengenai daur ulang sampah khususnya botol bekas dengan sig sebesar 0,001 (p < 0,05). Artinya, pemberian perlakuan psikoedukasi mengenai daur ulang sampah, khususnya botol bekas dapat dipahami olehpeserta. Hal tersebut dikarenakan psikoedukasi memang salah satu sarana untuk memberikan pengetahuan bagi individu
Copyrights © 2023