Jurnal Teknik ITS
Vol 12, No 2 (2023)

Perencanaan Alternatif Sistem Pengoperasian Pompa Banjir dan Pompa Lumpur di Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor Kota Surabaya

Pristaloka, Nuri Triainni (Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Soedjono, Eddy (Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)



Article Info

Publish Date
03 Oct 2023

Abstract

Saluran Kalidami dan Saluran Kalibokor merupakan saluran pematusan primer di Surabaya Timur. Fungsi awal saluran untuk mengalirkan limpasan air hujan. Akan tetapi, saat musim kemarau, saluran juga menampung debit air limbah permukiman. Akibatnya terjadi penambahan beban saluran yang berpotensi menimbulkan banjir/genangan. Untuk mengendalikan banjir tersebut perlu dilakukan perencanaan alternatif sistem pengoperasian pompa baik pompa banjir maupun pompa lumpur di Rumah Pompa Kalibokor, Rumah Pompa Kalidami Screw, dan Rumah Pompa Bozem Kalidami. Perencanaan alternatif diawali dengan perhitungan debit banjir rencana yang mencakup debit limpasan air hujan, debit air limbah permukiman, dan debit pintu air. Selanjutnya ditawarkan alternatif operasional pompa pada saat musim penghujan dan kemarau hingga dihitung biaya operasionalnya meliputi biaya listrik (PLN atau genset) serta biaya pemeliharaan dan perawatan pompa. Berdasarkan alternatif yang ditawarkan, jumlah pompa yang digunakan sama dengan jumlah pompa eksisting. Saat musim penghujan, semua pompa akan dioperasikan secara maksimal, sedangkan saat kemarau dinyalakan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dan 1 pompa banjir 3 m3/detik untuk menurunkan elevasi muka air saluran. Saat musim hujan di Rumah Pompa Kalibokor dioperasikan 3 pompa banjir berkapasitas 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur berkapasitas 0,25 m3/detik. Sedangkan saat kemarau, pompa dioperasikan selama 5,7 jam perhari. Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp 1.057.075.502/tahun. Lalu, di Rumah Pompa Kalidami Screw, pengoperasian pompa memanfaatkan polder sebagai kontrol elevasi. Lima screw pump 1,3 m3/detik, 1 pompa banjir 3 m3/detik , dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik dioperasikan saat musim hujan. Pompa dioperasikan selama 9,53 jam perhari saat kemarau. Total biaya operasionalnya yaitu Rp 1.478.955.547/tahun. Kemudian sistem pengoperasian pompa di Rumah Pompa Bozem Kalidami memanfaatkan Bozem Kalidami sebagai tempat penampungan air sementara. Jumlah pompa sebanyak 7 pompa banjir 3 m3/detik dan 2 pompa lumpur 0,25 m3/detik akan dioperasikan semuanya saat musim hujan, sedangkan saat kemarau dinyalakan selama 5,4 jam perhari. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.615.109.563/tahun.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...