Sediaan Jamu di Indonesia dipersyaratkan tidak boleh mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Jamu diperdagangkan secara bebas sehingga penambahan BKO kedalamnya dikhawatirkan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan karena tidak adanya kontrol akan dosis dan penggunaannya. Hasil pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan menunjukkan masih maraknya penambahan BKO ke dalam sediaan jamu. Validasi Metode Analisa untuk identifikasi BKO Deksametason dan Paracetamol pada sediaan jamu asam urat dan rematik menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) - Densitometri dilakukan pada penelitian ini. Pengujian dilanjutkan dengan mengidentifikasi keberadaan kedua BKO tersebut dalam 10 sampel jamu yang ada di Indonesia. Metode analisa dilakukan menggunakan plat silika gel 60 F 254 dan fase gerak kloroform : etil asetat (1:4) pada panjang gelombang pengamatan 245 nm. Hasil validasi menunjukkan metode spesifik, dimana Paracetamol dan Deksametason memiliki Rf berturutturut adalah 0,58 dan 0,68 dengan resolusi 2,0. Batas deteksi (LOD) metode adalah 10,3 µg/mL untuk deksametason dan 7,1 µg/mL untuk paracetamol. Dari pengujian 10 sampel sediaan, 5 dari antaranya diketahui positif mengandung BKO deksametason.
Copyrights © 2023