Program Kampung Iklim merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi efek rumah kaca. Salah satunya adalah program kampung iklim Desa Ngadirejo Dusun Kopen berdiri setidaknya pada tahun 2013. Kemudian pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Sukoharjo meresmikan menjadi kampung iklim berkelanjutan. Kampung iklim Kopen dengan ketua program kampung iklim adalah Bapak Arief serta dibantu seluruh pengurus kampung iklim dan di dukung penuh oleh masyarakat sekitar. Setelah diresmikan pada tahun 2018, kampung iklim Dusun Kopen terus mengembangkan kampung iklim dalam berbagai bentuk seperti pemanfaatan sampah, pemanfaatan lahan kosong, pemanfaatan pekarangan rumah, serta ada juga pemanenan air hujan. Hal ini akhirnya membuahkan hasil,pada tahun 2018 kampung iklim Kopen menjadi kampung iklim percontohan di Jawa Tengah. Adanya perubahan pengembangan yang sangat bagus dan program yang baik, maka peneliti ingin mengetahui partisipasi masyarakat sekitar dalam program kampung iklim yang berkelanjutan. Karena partisipasi masyarakat seharusnya sangat mempengaruhi pengembangan kampung iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam kampung iklim berkelanjutan serta mengetahui dampak dari adanya kampung iklim terhadap warga sekitar dan mengetahui manfaat yang di terima warga sekitar semenjak adanya kampung iklim.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo dengan penentuan informan secara Snowball Sampling dan Purposive Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Data Interaktif Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat desa Ngadirejo aktif tetapi cenderung menurun dalam program kampung iklim. Keaktifan tersebut dapat tercermin dari kegiatan masyarakat yang ikut serta mendukung dalam segala kegiatan yang dibentuk dalam program kampung iklim dari pemanfaatan pekarangan rumah, bank sampah, pemanfaatan lahan kosong serta pemanenan air hujan. Dampak yang timbul dari adanya kampung iklim adalah dampak positif dan adapula dampak negatif. Masyarakat merasakan dampak yang menguntungkan seperti mudah mendapatkan sayur dan pupuk. Serta dampak negatifnya jika adanya study banding di wilayah kampung iklim terkadang terdapat kurangnya kesadaran pendatang membuang sampah pada tempatnya Manfaat yang diterima masyarakat juga sangat banyak sehingga masyarakat masih banyak yang aktif dalam program kampung iklim.
Copyrights © 2023