Penyakit diare pada balita didefinisikan sebagai suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari. Desain penelitian adalah Quasi Eksperimental dengan two group pretest – posttest with control design. Populasi adalah balita yang mengalami diare yang tercatat di BPM Ika Rianto dengan sebanyak 30 dengan sampel 28 balita (14 balita perlakuan dan 14 kontrol). Lokasi penelitian di BPM Ika Rianto. Analisa menggunakan wilcoxon dan man withney (0,05). Hasil penelitian pemberian madu dan oralit dari uji statistic wilcoxon signan rank test diperoleh p = 0,001 < α (0,05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian madu dan oralit terhadap penurunan frekuensi diare pada balita kelompok perlakuan di BPM Ika Rianto. Hasil uji statistic wilcoxon signan rank test diperoleh p = 0,035 < α (0,05) dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian oralit terhadap penurunan frekuensi diare pada balita kelompok perlakuan di BPM Ika Rianto. Disarankan ibu dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga supaya tidak terjangkit diare dan bisa menerapkan metode pemberian madu yang di kombinasikan dengan oralit dari petugas kesehatan
Copyrights © 2023