Kelompok Pasar Rebo Miliran Yogyakarta muncul karena adanya pandemi Covid-19 membuat media sosial Whatsapp Group (WAG) jual beli yang semula sebagai media pengajian bagi anggota kelompoknya. Penelitian ini untuk menemukan alasan mereka hanya memilih menggunakan WAG sebagai media transaksi jual belinya dan menemukan dinamika komunikasi kelompok dalam memanfaatkan WAG. Teori yang digunakan adalah adaptive structuration theory dan participatory media culture theory. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif menggunakan paradigma post-positivistik dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WAG dipilih oleh Kelompok Pasar Rebo Miliran dikarenakan sudah familiar dan banyak digunakan oleh anggotanya. Pemilihan WAG juga tidak lepas dari pengaruh ketua kelompok. Alasan lainnya pengaruh iklim atau kondisi saat itu terjadi Pandemi Covid-19. Sementara dinamika komunikasi yang terjadi tidak hanya sebatas sebagai penjual saja, tetapi juga sebagai pembeli yang menumbuhkan budaya media baru sebagai budaya partisipatif diantaranya membuat jadwal sesi postingan produk setiap harinya, memberikan respon dan komplain, serta memberikan teguran bagi yang melanggar aturan.
Copyrights © 2023