Perekonomian Indonesia mengarah ke resesi ekonomi akibat laju ekonomi di kuartal III minus 3,49% sedangkan kuartal II-2020 minus 5,32%. Salahsatu pendorong laju ekonomi adalah kontribusi dari sektor UMKM yaitu sebesar 60%, dimana sektor penyumbang dari makanan minuman, fashion, perdagangan, jasa dan handycraft. Jawa tengah salahsatu dari sekian provinsi yang tidak memberlakukan PSBB juga terdampak signifikan secara ekonomi akibat Corona Virus Disease-19 (Covid-19) tersebut. Pelaku UMKM se-Jawa Tengah mengalami ketimpangan mempertahankan produknya agar tetap menjadi bagian selera kebutuhan masyarakat untuk dikonsumsi. Namun akibat adanya Social Distancing sangat berpengaruh terhadap nilai jual produk yang secara otomatis mengurangi omzet atas penjualan dan sekaligus menambah tingkat pengangguran serta kemiskinan. Menurunnya nilai jual karena pola konsumsi bukan lagi dikarenakan pada nilai melainkan pada tingkat kebutuhan. 56 % dari 4,17 Juta UMKM Jawa Tengah yang terkena dampak dari pandemi tersebut, dikarenakan banyak kendala baik pemasaran, permodalan dan perijinan serta hal lainnya. Perlu adanya strategi agar UMKM kembali bangkit baik oleh pelaku UMKM. Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis mencoba menelaah secara ilmiah bagaimana pelaku UMKM dapat bertahan dan bisa bangkit kembali di masa pandemi akibat Corona Virus Disease-19 (Covid-19), sesuai dengan teori BCM (Business Continuity Management) dan BSM (Business Sustainability Management) dengan pendekatan strategi teori OODA (Observe, Orient, Decide, dan Act) Loop.
Copyrights © 2022