Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar merupakan salah satu unit pembangkitan yang berperan utama dalam memenuhi kebutuhan listrik di Ibukota Jakarta dan sebagian wilayah Banten, sehingga keandalannya sangat diperhatikan. Perhitungan keandalan suatu pembangkitan dapat dianalisis dari seberapa sering suatu unit mengalami gangguan/seberapa sering tidak beroperasi. Data hasil gangguan suatu sistem dapat dihitung menggunakan rumus LoLP (Loss of Load Probability). LoLP menggambarkan besar-kecilnya peluang terhadap terjadinya kehilangan beban sebagai akibat kurangnya daya yang tersedia dalam sistem. Semakin kecil nilai LoLP berarti suatu sistem semakin sedikit peluang mengalami gangguan alias lebih andal. Berdasarkan Aturan Jaringan PLN, standar nilai LoLP adalah satu hari per tahun. Pada penelitian ini LoLP dihitung dengan cara manual berdasarkan data beban harian, kurva lama beban, dan nilai EFOR (Equivalent Forced Outage Rate). Dari hasil perhitungan LoLP, diperoleh besarnya LoLP PLTU Lontar di tahun 2022 nilainya 76,5 hari/tahun. Dengan demikian, maka keandalan PLTU Lontar di tahun 2022 masih di bawah standar PLN dan perlu ditingkatkan.
Copyrights © 2023