Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
Vol 8, No 1 (2023): JUNI

Perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad dalam Pandangan Orientalis dan Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam

Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2023

Abstract

This article was directed to compare the results of the study on the Isra Miraj event of Prophet Muhammad. This was based on the orientalist view from Germany, Annemarie Schimmels book entitled Muhammad is His Messenger: The Veneration of the Prophet in Islamic Piety, and Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam book by Muhammad Abdul Malik bin Hisham. By using the descriptive-narrative method and comparative study, this article proved that the two books shad many similarities in explaining the series of Prophet Muhammad’s journey to the sky from beginning to end. However, it had differences in the source of writing, the material presented, and the focus of the discussion. In general, the first book excelled in terms of material and discussion, which was more varied because the sources used were very diverse. This was in contrast to the second book, which lacked sources, but the explanation was more systematic and directed. On the other hand, the orientalist’s book was able to provide a broad assessment and description of the Isra Miraj with critical reasoning as an academic. Meanwhile, the book written by Ibnu Hisham only focused on explanations about the science of monotheism that Muslims must believe, without inviting readers to think further in relation to contemporary phenomena. Artikel ini diarahkan untuk membandingkan hasil penelitian mengenai peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad, menurut pandangan dari seorang orientalis asal Jerman, Annemarie Schimmel, dalam bukunya berjudul And Muhammad is His Messenger: The Veneration of the Prophet in Islamic Piety, dengan buku Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, karya dari Muhammad Abdul Malik bin Hisyam. Dengan metode deskriptif-naratif dan jenis penelitian studi komparatif, artikel ini membuktikan bahwa kedua buku tersebut memiliki banyak persamaan dalam menjelaskan rangkaian perjalanan Nabi Muhammad ke langit dari awal sampai akhir, hanya saja memiliki perbedaan pada sumber penulisan, materi yang disampaikan, dan fokus pembahasannya. Secara umum, buku pertama unggul dari segi materi dan pembahasannya yang lebih bervariasi, karena sumber yang digunakan sangat beragam, bertolak belakang dengan buku kedua yang minim sumber, namun penjelasannya lebih sistematis dan terarah. Di sisi lain, buku karya Orientalis tersebut, mampu memberi penilaian dan gambaran yang luas tentang peristiwa Isra Mikraj dengan nalar kritis sebagai seorang akademisi, sedangkan buku yang ditulis Ibnu Hisyam hanya berkutat pada penjelasan seputar ilmu tauhid yang wajib diyakini oleh umat Islam, tanpa mengajak pembaca untuk berpikir lebih jauh kaitannya dengan fenomena masa kini.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

twt

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history. ...