Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara social comparison dengan risiko depresi pascamelahirkan pada ibu pengguna sosial media Instagram. Penelitian ini berfokus pada upward social comparison, dimana individu menilai diri mereka dengan individu lain yang dianggap lebih unggul oleh individu tersebut pada dimensi tertentu. Depresi pasca melahirkan merupakan suatu depresi yang terjadi setelah melahirkan yang biasanya dialami oleh ibu setelah 4 minggu melahirkan. Upward comparison yang dilakukann akan membuat ibu muda merasa cemas. Kecemasan yang dialami akan menjadi sebuah faktor risiko terjadinya depresi postpartum. Penelitian ini dilakukan pada 162 ibu pascamelahirkan yang memiliki bayi usia 0-12 bulan yang menggunakan media sosial Instagram. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode survei dengan membagikan kuisioner online sebagai cara pengumpulan data. Social comparison diukur menggunakan skala Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measurement (INCOM) sedangkan depresi pascamelahirkan diukur menggunakan skala Edinburh Postnatal Depressi Scale (EPDS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Spearman’s rho program dengan bantuan program Jamovi 2.3.3. Hasil analisis menemukan korelasi yang signifikan antara social comparison dan risiko depresi pascamelahirkan (r=0,276; p<0.001). Korelasi positif yang mana semakin tinggi tingkat social comparison maka semakin tinggi pula tingkat risiko depresi pascamelahirkan.
Copyrights © 2023