Tranformasi fungsi ruang sirkulasi menjadi fungsi lainnya terjadi di Rumah Susun Pekunden Kota Semarang. Ruang sirkulasi kini dimanfaatkan untuk kegiatan seperti meletakan barang rumah tangga yang tidak terpakai, interaksi sosial maupun membuka lapak dagangan dan lain lain. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan cara studi kasus, lalu mengumpulkan data temuan pada lokasi fokus amatan, dan juga proses wawancara dengan pemangku kepentingan pejabat UPTD Rusunawa Kota Semarang. Hal yang dianalisa dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan namun sekarang dilakukan pada ruang sirkulasi. Hasil yang didapatkan adalah bahwa ruang sirkulasi pada Rumah Susun Pekunden Semarang mengalami alih fungsi pada semua blok dikarenakan tidak adanya ruang komunal di setiap lantai dan penghuni unit hunian rumah susun merasa unit terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung barang mereka di dalam unit. Hal ini menyimpulkan bahwa ruang sirkulasi pada fokus amatan telah mengalami pergeseran fungsi.
Copyrights © 2023