Holistik Jurnal Kesehatan
Vol 17, No 4 (2023)

Faktor – faktor yang berhubungan dengan gejala depresi di kalangan perempuan yang melakukan pernikahan dini

Suryani Tan (Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti)
Machrumnizar Machrumnizar (Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti)
Rina Kusumaratna (Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti)
Jipri Suyanto (Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Dehasen Bengkulu)



Article Info

Publish Date
15 Jul 2023

Abstract

Background: In general, the role of the mother in family life is to be responsible for taking care of the family. Mother has to handle all aspects of household management, including childcare, money management, food preparation, etc. Requires mental readiness to carry out its role which has the potential to cause depression.Purpose: To identify factors correlated with depression symptoms among women in early married.Method: Using a stratified random sampling procedure, 488 participants were selected for the interview and questionnaire in this cross-sectional study. Married women experience pressure because of the condition of their marriage, especially those who marry at a young age. The dependent variable, depression, was divided into two groups: the group with depressive symptoms with a score range of >60, and the group without depressive symptoms with a score range of 0 to 60. The fourteen independent variables were age of marriage, religion, education, ethnicity, area of residence in Bengkulu Province, occupation, place of residence, household income per month, poor living conditions, social influence on depression, family influence on depression, and stress. This study also includes three types of tests: univariate, logistic regression, and multiple logistic regression. Logistic regression and multiple logistic regression were used as data analysis to find the relationship between the independent factors and the dependent variable.Results: The prevalence of depression was 77.87% (95% CI: 73.95-81.34). The factors that are significantly related to depression are; < 18 years (AOR = 6.19; 95% CI: 2.98 - 12.88), household income < Rp. 122.72.000 (OR = 7.01; 95% CI: 3.62 - 13.57), poor living conditions (OR = 2.16; 95% CI: 1.11 - 4.18), have a community influence on depression (OR = 3.68; 95% CI: 1.91 - 7.06) and experience stress (OR = 9.85; 95% CI: 5.24 - 18.24).Conclusion: Marriage age, household income, poor living conditions, community depression, and stress are all associated with depression among married women in Bengkulu Province.Keywords: Depression; Early Married; Stress; WomenPendahuluan: Karena wanita dianggap lebih sensitif daripada pria, ini adalah masalah hak bagi mereka. Mayoritas penduduk berpikir bahwa wanita harus menangani semua aspek manajemen rumah tangga, termasuk pengasuhan anak, pengelolaan uang, persiapan makanan, dll. Mereka mungkin mengalami berbagai masalah mental sebagai akibat dari penyakit ini, yang dapat menyebabkan depresi.Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala depresi pada wanita menikah dini.Metode: Dengan menggunakan prosedur sampel acak bertingkat, 488 partisipan dipilih untuk wawancara dan kuesioner dalam penelitian cross-sectional ini. Perempuan yang sudah menikah adalah salah satu responden. Perempuan yang sudah menikah berada di bawah tekanan karena kondisi pernikahan mereka, terutama mereka yang menikah di usia muda. Variabel dependen, depresi, dibagi menjadi dua kelompok: mereka yang memiliki gejala depresi dengan rentang skor >60, dan mereka yang tidak memiliki gejala depresi dengan rentang skor 0 hingga 60. Empat belas variabel independen adalah usia pernikahan, agama, pendidikan, etnis, wilayah tempat tinggal di Provinsi Bengkulu, pekerjaan, tempat tinggal, pendapatan rumah tangga per bulan, kondisi tempat tinggal yang buruk, pengaruh komunitas terhadap depresi, pengaruh keluarga terhadap depresi, dan stres. Penelitian ini juga mencakup tiga jenis uji yang berbeda: univariat, regresi logistik, dan regresi logistik berganda. Regresi logistik dan regresi logistik berganda digunakan sebagai data analisis untuk menemukan hubungan antara faktor independen dan variabel dependen.Hasil: Prevalensi depresi adalah 77,87% (95% CI: 73,95-81,34). Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan depresi adalah; < 18 tahun (AOR = 6,19; 95% CI: 2,98 - 12,88), memiliki pendapatan rumah tangga < Rp. 122.72.000 (OR = 7,01; 95% CI: 3,62 - 13,57), kondisi tempat tinggal yang buruk (OR = 2,16; 95% CI: 1,11 - 4,18), memiliki pengaruh komunitas terhadap depresi (OR = 3,68; 95% CI: 1,91 - 7,06) dan mengalami stres (OR = 9,85; 95% CI: 5,24 - 18,24). Simpulan: Usia pernikahan, pendapatan rumah tangga, kondisi kehidupan yang buruk, depresi di masyarakat, dan stres semuanya berhubungan dengan depresi di antara perempuan yang sudah menikah di Provinsi Bengkulu.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

holistik

Publisher

Subject

Nursing

Description

Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek ...