Kanker serviks masih sangat tinggi baik di dunia maupun di Indonesia dimana dari 17,2% yang mengalami kanker serviks 9% diantaranya dapat menyebabkan kematian pada Wanita usia subur dikarenakan masih minimnya kesadaran masyarakat dalam mendeteksi dini kanker serviks. IVA Test merupakan salah satu metode deteksi dini kanker serviks dengan asam asetat, Dimana setelah dilakukan survey dengan wawancara langsung terhadap 5 wanita subur 1 diantaranya sudah pernah melakukan pemeriksaan IVA Test sedangkan 4 diantaranya belum pernah melakukan IVA Test dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Test. Desain penelitian adalah desain penelitian Cross Sectional . Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sampel 95 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 21,05% responden sudah melakukan pemeriksaan IVA Test, sebanyak 78,95% responden tidak melakukan pemeriksaan IVA Test, sebanyak 57,90% memiliki pengetahuan kurang baik, sebanyak 56,80% dengan sikap negatif, 60,00% suami tidak mendukung, sebanyak 54,74% Tidak pernah mengikuti penyuluhan Kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks. Hasil bivariat diperoleh hasil variabel pengetahuan dengan p value 0,038, sikap dengan p value 0.003, dukungan suami dengan p value 0,021, dan penyuluhan Kesehatan dengan p value 0,001. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dukungan suami dan penyuluhan Kesehatan dengan perilaku Wanita usia subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Test.
Copyrights © 2024