Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan penyumbang 40% kematian ibu dinegara berkembang dan salah satu permasalahan gizi serta gangguan gizi yang sering terjadi pada ibu hamil. Ibu yang mengalami resiko KEK akan menimbulkan beberapa permasalahan baik pada ibu maupun janin. Hasil Riskesdas tahun 2018 prevalensi KEK di Indonesia 17,3%, sementara untuk sumatera selatan sebanyak 7,3%, sedangkan untuk puskesmas pajar bulan tahun 2022 jumlah ibu hamil KEK sebesar 0,025% tertinggi ketiga di kabupaten muara enim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang behubungan dengan kejadian kurang energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pajar Bulan tahun 2023. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian seluruh ibu hamil sebanyak 56 responden dengan teknik total sampling yaitu seluruh ibu hamil dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatan data ibu dan menggunakan Pita LILA untuk melihat status gizi ibu dengan analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil dari 56 responden 31 (55,40%) ibu hamil mengalami KEK dan 25 (44,60%) ibu hamil tidak mengalami KEK, sebanyak 58,90 % responden menyelesaikan Pendidikan sampai SMA, ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 67,90%, ibu dengan usia tidak beresiko sebanyak 58,90%, dan ibu yang pernah melahirkan < 3 kali yaitu 64,30%. Hasil analisis bivariat yaitu ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan (p value 0,009), pengetahuan (p value 0,001), usia (p value 0,040), dan paritas (p value 0,013) dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan, pengetahuan, usia, dan paritas dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) di wilayah kerja UPTD Puskesmas pajar bulan kabupaten mauara enim tahun 2023.
Copyrights © 2024