Pola makan anak yang tidak seimbang termasuk kebiasaan konsumsi pangan jajanan sembarangan berpengaruh terhadap kondisi gizi dan kesehatan anak. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan anak usia 10-14 tahun mengonsumsi bumbu penyedap ≥1 kali per hari (78,5%), kebiasaan konsumsi minuman manis ≥1 kali per hari (61,8%). Hal lain yang perlu diwaspadai adalah keamanan pangan dari segi cemaran biologi dan kimia. Lokasi Madrasah Aulia Islami bersebelahan dengan SD Negeri yang banyak dijumpai warung dan pedagang kaki lima yang menjual jajanan seperti makanan ringan, minuman serbuk instan, aneka gorengan dan cemilan dengan saos sambal yang diragukan kualitasnya. Oleh sebab itu, siswa perlu diberi pengetahuan agar dapat memilih pangan jajanan sehat dan aman untuk dikonsumsi. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pretest, pemberian materi dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab, dilanjutkan dengan menonton video, pengisian posttest, pembagian leaflet dan diakhiri dengan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan rata-rata kategori baik. Namun dalam prakteknya belum dilaksanakan dengan optimal karena terbatasnya jenis jajanan sehat yang ada di kantin dan lingkungan sekolah. Disarankan pihak madrasah berkoordinasi dengan pengelola kantin untuk menyediakan jenis jajanan yang lebih sehat dan bagi orang tua agar diharapkan membekali anak dengan makanan dari rumah.
Copyrights © 2023