Bioetanol sebagai renewable energy dapat diproduksi dari glukosa. Glukosa untuk bioetanol dapat diproduksi dari beberapa sumber, generasi pertama adalah dari bahan pangan berupa pati, gula tebu hanya saja menyebabkan kenaikan harga bahan mentah karena bersaing dengan produk pangan. Generasi kedua adalah dari biomassa lignoselulosa seperti serbuk gergaji, pupuk, rumput yang sulit untuk diproses karena kandungan lignin yang tinggi sehingga menyebabkan biaya proses yang tinggi. Alternatif sumber glukosa adalah dari mikroalga yang memiliki produktivitas biomassa yang tinggi dan kandungan selulosa yang potensial untuk dikonversi menjadi glukosa. Selulosa dalam biomassa dapat dikonversi menjadi glukosa dengan reaksi hidrolisis enzimatik menggunakan enzim cellulase. Penelitian ini bertujuan menentukan parameter-parameter optimal dalam mengkonversi selulosa menjadi glukosa, antara lain konsentrasi enzim, temperatur, dan waktu reaksi. Biomassa diperoleh dari kultivasi mikroalga Chlorella, sp. dalam media bernutrisi, dengan aliran gas karbon dioksida dan radiasi sinar UV. Reaksi hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim cellulase 1,25 – 5 mg/ml, temperatur reaksi 40-70 °C, dan waktu reaksi 8 – 60 jam. Uji kandungan glukosa dilakukan menggunakan reagen DNS dan pembacaan absorbansi oleh Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi glukosa yang tertinggi sebesar 3,07 g/L diperoleh pada reaksi hidrolisis dengan konsentrasi enzim cellulase 5 mg/ml, temperatur reaksi 55 °C, dan waktu reaksi 58 jam.
Copyrights © 2023