Gereja adalah sebuah komunitas yang unik. Ada perjumpaan dari berbagai latar belakang yang unik dengan beragam cara pandang. Demikian juga dengan Gereja Kristen Jawa Purworejo sebagai komunitas beriman yang bersinggungan dengan berbagai macam latar belakang. Dalam sejarahnya, GKJ Purworejo terbentuk karena adanya pemberitaan Injil dari pihak Belanda. Kemudian pemberitaan Injil dilanjutkan oleh orang Jawa. Meski begitu, pemahaman kekristenan dan pendeta di sana tetap dari Belanda. Hal ini membawa konsekuensi tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan persinggungan GKJ Purworejo terhadap budaya. Ada berbagai macam praktik kebudayaan yang dilarang karena dianggap menyalahi agama Kristen. Relasi yang kurang baik terhadap budaya menimbulkan kebimbangan di antara warga gereja, soal mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dalam perkembangan selanjutnya, GKJ Purworejo mengubah salah satu perayaan gerejawinya, yaitu unduh-unduh, dengan berusaha menghadirkan kesan “Jawa”di tengah konteks masyarakat konsumer, dan menjadi gereja yang dekat dengan konteks masyarakat Jawa. Oleh karena itu, tulisan ini hendak memperlihatkan bagaimana sebuah perayaan, secara khusus perayaan unduh-unduh di GKJ Purworejo, mengalami perubahan di masyarakat konsumer. Fenomena ini kemudian didalami dengan melihat bagaimana perubahan dapat terjadi dalam konteks masyarakat konsumer. Metode yang digunakan ialah wawancara, pengamatan, serta studi pustaka.
Copyrights © 2023