Studi ini bertujuan untuk menganalisis variasi lokasi tempat tinggal serta infrastruktur mempengaruhi pengeluaran internet dan pendidikan tahun 2021 berdasarkan pembagian wilayah kebudayaan di Jawa Timur. Data yang digunakan berasal dari Susenas MSBP dan survei PODES yang dikumpulkan oleh BPS pada tahun 2021. Studi ini terbatas pada rumah tangga yang melakukan pengeluaran pendidikan untuk kuota internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analisis regresi OLS, variabel dependen yang digunakan yaitu biaya pengeluaran pendidikan (kuota internet) untuk rumah tangga. Variabel bebas yang digunakan yaitu karakteristik rumah tangga, lokasi tempat tinggal, dan infrastruktur IT. Studi kasus yang digunakan adalah pembagian wialayah berdasarkan kebudayaan di Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan wilayah Kelompok Matraman di Kawasan lereng tempat tinggalnya menjadi yang terbanyak pengeluaran pendidikan untuk kuota internet, berbanding terbalik dengan wilayah kelompok Madura yang tinggal di kawasan lembah. Diketahui pula nilai pengeluaran kuota internet untuk urusan pendidikan yang paling laris kisaran 40.000 hingga 50.000 rupiah, dengan sinyal internet memiliki (4G/LTE) menhyebabkan pengeluaran pendidikan semakin banyak juga. Sinyal HP terbukti tidak signifikan secara statitik jadi tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran pendidkikan untuk kuota internet di Jawa Timur.
Copyrights © 2023