Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengaturan jarak kipas angin listrik pada proses pembakaran arang batok terhadap kualitas sate ayam Madura. Penelitian dilakukan di laboratorium Program studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta dengan menggunakan metode eksperimen, yang dilanjutkan dengan uji organoleptik terhadap 15 panelis terlatih. Pengaturan jarak yang diberikan terhadap pembakaran sate dan kipas angin listrik yaitu sebesat 50 cm (S1), 60 cm (S2), dan 70 cm (S3). Hasil analisis deskriptif menghasilkan nilai rata-rata tertinggi pada aspek warna yaitu S3 dengan skor 3,40 kategori cokelat dengan bakaran hitam sedikit Pada aspek rasa bakaran arang terdapat rata-rata tertinggi yaitu S3 mempunyai skor 3,73 kategori rasa agak kuat dengan dominasi kuat. Pada aspek rasa bumbu kacang terdapat rata-rata tertinggi yaitu S3 mempunyai skor 4,13 kategori rasa kuat. Pada aspek aroma bakaran arang terdapat rata-rata yang sama antara S1, S2, dan S3 dengan skor 3,73 kategori aroma agak kuat didominasi aroma kuat. Pada aspek aroma bumbu kacang terdapat rata-rata tertinggi S2 dengan skor 4,40 mempunyai aroma kuat. Pada aspek tekstur rata-rate tertinggi S1 dengan skor 4,53 mempunyai tekstur empuk. Aspek juiciness terdapat rata-rata tertinggi pada S1 dan S3 yang mempunyai skor sama 2,13 dengan tingkat kadar air tidak berair saat dikunyah. Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa pada jarak tersebut menggunakan kipas angin listrik 10 inci dengan kecepatan tetap 810 rpm dapat memperoleh hasil yang tidak jauh berbeda dalam kualitas sate ayam Madura yang mempunyai kualitas cukup baik sebagai pangan lokal dengan bantuan pengolahan teknologi mesin.
Copyrights © 2023