Miopia sering tidak diangggap sebagai kelainan mata yang berbahaya, karena penglihatan dapat dibantu dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, dan operasi refraksi. Dengan kurangnya pengetahuan miopia menjadi salah satu penyebab tingginya prevalensi miopia di Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan melakukan penyuluhan. Tujuan dilakukan penelitian agar dapat mengetahui efektivitas penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022. Metode penelitian ini dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Sampel diambil dengan teknik consecutive non-random sampling. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Januari 2022 hingga Februari 2023 dengan jumlah responden sebanyak 61 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan yang banyak terdapat 43 orang (70.5%). Hasil penelitian sebelumnya penyuluhan ada 19 responden (31,1%) memiliki pengetahuan yang baik. 34 responden (55,7%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 8 responden (13,1%) memiliki pengetahuan yang kurang. Kemudian, setelah dilakukannya penyuluhan menjadi 51 responden (83,6%) memiliki pengetahuan yang baik, 7 responden (11,5%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 3 responden (4,9%) memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah melakukan analisis, terjadi suatu perbedaan yang bermakna diantara pengetahuan tentang miopia sebelum dan sesudah diberi penyuluhan melalui video edukasi (p-value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan miopia.
Copyrights © 2023