Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya energi dan memiliki potensi sumber energi yang tinggi, salah satunya di bidang peternakan. Namun, selama ini belum dikembangkan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan banyak peternakan di Indonesia dalam pengolahan hasil ternak dan limbahnya masih menggunakan cara tradisonal dan penggunaan teknologi yang belum optimal. Pemanfaatan energi dalam bentuk biogas merupakan salah satu alternatif penggunaan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi hasil biogas yang terdapat dalam campuran limbah nasi dan kotoran sapi. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen murni yang dilakukan dengan cara pengukuran produksi biogas yang dihasilkan dari campuran limbah nasi dan kotoran sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah limbah nasi dan kotoran sapi di desa Robyong, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Rancangan penelitian pada eksperimen adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam 5 perlakuan yaitu: P1 (100%+0%), P2 (0%+100%), P3 (70%+30%), P4 (30%+70%), P5: limbah nasi 40%+ kotoran sapi 40% + EM4 20%, P6: limbah nasi 80%+ kotoran sapi 0% + EM4 20%, P7: limbah nasi 0%+ kotoran sapi 80% + EM4 20%. Hasil penelitian ini menunjukkan produksi gas metan terbanyak terjadi pada perlakuan 2 sebesar 6227 µmol/mol pada hari ke 7, dan perlakuan ke 5 sebesar 2217 µmol/mol pada hari ke 14 serta nyala api selama 5 detik. Dapat disimpulkan bahwa limbah nasi dan kotoran sapi berpotensi untuk menghasilkan biogas.
Copyrights © 2023