Stunting adalah keadaan gagalnya pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis serta riwayat terpapar infeksi secara berulang terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terhitung mulai dari berada dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Balita stunting mengakibatkan 55 juta Disability-Adjusted Life Years (DALYs) yaitu hilangnya masa hidup sehat setiap tahun hingga berkontribusi terhadap kematian anak di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak. Metode penelitian ini adalah literature review yang dilakukan dengan Critical appraisal. Kriteria inklusi meliputi anak stunting, usia 0-59 bulan, memiliki KMS, masih memiliki ayah dan ibu. Sedangkan kriteria eksklusi yang ditentukan adalah anak yang tidak memiliki KMS, anak yang tidak memiliki orang tua. Proses pelaksanaan review sistematis dengan mengumpulkan artikel menggunakan beberapa search engine guna menelusuri materi artikel terkait kejadian stunting pada anak. Berdasarkan hasil identifikasi dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, jumlah kunjungan antenatal, penggunaan tablet tambah darah, jarak kelahiran antar anak yang terlalu dekat, berat badan bayi lahir rendah. Kesimpulan penelitian ini menyoroti peran yang sangat krusial dari pemantauan dan perawatan prenatal yang baik serta perencanaan keluarga yang bijak dalam upaya mencegah stunting pada anak. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan anak tidak hanya dimulai pada saat kelahiran, tetapi bahkan sebelumnya, selama masa kehamilan dan perencanaan keluarga.
Copyrights © 2023