Nyeri persalinan merupakan suatu kondisi fisiologis yang dapat menimbulkan kecemasan pada ibu bersalin dan mengganggu kenyamanan saat persalinan. Upaya untuk meredakan rasa nyeri, seringkali hanya terfokus pada farmakologi, sedangkan untuk penanganan non farmakologi juga dapat dilakukan dengan teknik massage counterpressure. Massage counterpressure dilakukan dengan cara menekan lurus kebawah atau memutar pada daerah sacrum atau lumbal lima yang dilakukan terus menerus saat kontraksi selama 20 menit. Untuk mengetahui pengaruh teknik massage counterpressure terhadap penurunan nyeri pada ibu bersalin kala i fase aktif di Tempat Praktik Mandiri Bidan Siti Alfiyah dan Muarofah Kota Surabaya pada bulan Desember Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan desain one-group pretest-posttest design. Jumlah sampel 10 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin kala 1 fase aktif dengan pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan jumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner massage counterpressure dan skala nyeri numeric rating scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test. Uji menunjukan nilai sig (2-tailed) sebesar 0.000<0,05 sehingga data diterima yaitu ada pengaruh antara sebelum dan sesudah dilakukan massage counterpressure, rata-rata tingkat nyeri persalinan sebelum diberikan perlakuan adalah 8.80 dan sesudah diberikan perlakuan adalah 4.70. Hasil ini menunjukan terdapat penurunan tingkat nyeri persalinan sebelun dan sesudah dengan selisih 4.10 dan diperoleh hasil signifikan sebesar 0,000<5% (p-value = 0,000<0,05). Penelitian ini menyatakan ada pengaruh pemberian massage counterpressure terhadap penurunan nyeri ibu bersalin kala I fase aktif. Hasil penelitian menyarankan agar massage counterpressure digunakan sebagai alternatif terapi non farmakologi dalam manajemen nyeri persalinan.
Copyrights © 2023