Uji silang serasi (cross matching) adalah prosedur mencocokkan darah resipien dengan darah donor untuk mengetahui ecocokan antara antigen eritrosit donor dengan antibodi pada serum pasien dan sebaliknya yang bertujuan mencegah reaksi transfusi hemolitik. Pemeriksaan cross matching dapat dilakukan dengan metode tabung dan Gel Test dengan hasil compatible dan Incompatible. Incompatible dapat terjadi karena adanya kesalahan golongan darah ABO, kontaminasi dalam sistem pemeriksaan, adanya alloantibodi, autoantibodi, antibodi iregular yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Incompatible pada pemeriksaan uji serasi (cross matching). Penelitian dilakukan pada bulan Maret - April 2023etode penelitian adalah cross-sectional dengan desain analitik deskriptif. Analisa data, pengolahan dan penyajian data dilakukan dengan metode komputerisasi spss 25. Jumlah populasi sebanyak 53 orang dengan total sampling ebanyak 53 sampel dengan pengumpulan data berupa lembar observasi hasil Incompatible pada pemeriksaan crossmatch. Hasil nelitian, didapatkan Incompatible terbanyak pada rentang umur 25–29 dan 50–54 tahun dengan masing-masing sebanyak 6 sampel (11,3%), dengan jenis kelamin perempuan 34 sampel (64,2%), golongan darah O+ 22 sampel (41,5%), jenis Incompatible Minor, DCT, AC sebanyak 48 sampel (90,6%), dan pada diagnosis penyakit anemia 16 sampel (30,2%). Hasil Incompatible lebih banyak ditemukan pada rentang umur 25–29 dan 50–54, jenis kelamin perempuan, golongan darah O+, Incompatible Minor, DCT, AC dan diagnosis penyakit anemia.
Copyrights © 2023