Makan dapat menjadi bentuk kompensasi diri untuk menghilangkan stres yang dirasakan. Mukbang dikenal sebagai konten video mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Dengan dorongan menonton mukbang, maka seseorang dengan emotional eating dapat mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar tanpa sadar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan emotional eating dan tingkat konsumsi gizi antara mahasiswa penggemar dan non penggemar konten video mukbang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif komparatif, menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 120 orang yang terdiri dari 60 mahasiswa penggemar konten video mukbang dan 60 mahasiswa non penggemar konten video mukbang yang diambil dari hasil screening responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Eating Appraisal Due to Emotion and Stress (EADES), dan SQ-FFQ. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok penggemar konten video mukbang lebih mengalami emotional eating dibandingkan dengan kelompok non penggemar konten video mukbang (p=0,000). Penelitian ini juga menunjukkan asupan zat gizi makro penggemar konten video mukbang lebih tinggi pada asupan energi (p=0,000), asupan protein (p=0,000), asupan lemak (p=0,000), dan asupan karbohidrat (p=0,000) dibandingkan dengan non penggemar mukbang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pada emotional eating dan tingkat konsumsi gizi mahasiswa penggemar dan non penggemar konten video mukbang. Sebaiknya, seluruh mahasiswa melakukan pemilihan makanan yang sesuai kebutuhan energi dan zat gizi dengan porsi yang seimbang.
Copyrights © 2023