Pekerja radiasi di Instalasi radiologi berpotensi untuk terpapar dosis rendah radiasi sinar-X secara gradual. Paparan dosis rendah tersebut dapat menimbulkan proses ionisasi yang memicu rusaknya sel-sel yang ada dalam tubuh manusia, terutama sel darah putih yang merupakan salah satu sel dengan radiosensitivitas yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek radiasi pengion yang terfraksinasi terhadap kuantitas sel darah putih. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan Posttest-only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2023 di Laboratorium Radiologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggunakan sampel penelitian berupa 30 ekor Mencit Jantan berusia 2-3 bulan, dengan berat sekitar 40 gram. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama merupakan kelompok kontrol, kelompok kedua diradiasi dengan 10 x 1 mGy, dan kelompok ketiga diradiasi dengan 30 x 0,33 mGy. Interval untuk setiap fraksi dosis adalah 15 menit. Darah Mencit diambil 1 hari setelah dipapar radiasi dan dihitung kuantitas sel darah putihnya menggunakan Penganalisis Hematologi Otomatis. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada penurunan kuantitas sel darah putih yang signifikan (p < 0,05) akibat pemberian fraksinasi dosis rendah radiasi sinar-X. Meskipun penurunan kuantitas sel darah terjadi, penurunan tersebut tidak signifikan dan masih dalam batas normal jumlah kuantitas sel darah putih.
Copyrights © 2023